Rabu, 22 Juni 2016

Fiqih, doktrin keilmuan atau ketauhidan?



                                      Fiqih, Doktrin Keilmuan Atau Doktrin Ketauhidan??
                                      Kita,  menjadi seperti tekstual jika dalam menangani masalah fiqih, padahal jelas-jelas banyak dari kita, menyalah-nyalahkan Wahabi yang katanya tekstual dalam menanggapi kitab Al-Qur’an, lalu, siapakah yang lebih sempit pemikirannya?? Yang mengtekstualkan Fiqih atau yang mentekstualkan Al-Qur’an?
                                      Masih taukah kita, kapan para ulama fiqih lahir dan wafat? Masih mementingkankah kita akan hal-hal remeh temeh tersebut?
                                      Fiqih ada, dibuat oleh para mujtahid, dengan sebaik-baiknya, saat abad ke-14, dan ini sangat jauh berbeda keadaannya dengan abad-21 yang makin banyakk permasalahan yang muncul.
                                      Namun dapatkahh kita?mengambil alih para mujtahid abad-14 dengan melakukan penelitian-penelitian kembali dalam fiqih?
                                      Bayangkan saja, apakah kini, anak-anak perempuan mulai dikatakan Haid jika berumur 9 tahun? sedangkan kita sama-sama mengetahui bahwa anak-anak akan lebih mudah untuk haid dengan mudahnya pula mendapatkan tontonan yang memudahkan untuk haid lebih cepat.
                                      Dan apakah saat ini, kita harus dan sangat diwajibkan untuk mencuci hadas mugholadoh dengan debu? Padahal sudah beredar sabun-sabun antiseptik yang ternyata lebih mudah  untuk menghilangkan najis.
                                      Permasalahannya adalah manusia kita belum mengetahui, bahwa Fiqih bukanlah doktrin ketauhidan yang wajib dan harus dan mesti untuk  diikuti.
                                      Ia adalah doktrin keilmuan, yang berasal dari metodologi penelitian yang demikian luar biasa.
                                      Bayangkan saja, imam Syafii, untuk mengetahui ghalib, waktu tercepat,waktu terlama dari haid menanyakan pada beratus-ratus wanita pada jamannya, ia berijtihad, meneliti.
                                      Dan sebenarnya, banyak dari kita telah mengetahui perbedaan penelitian para imam, tapi mengapa?kita masih hobi untuk tidak mencari kesesuaian untuk abad saat ini?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar