Rabu, 22 Juni 2016

Keragaman



Cirebon,8 januari 2016
Saya tiba tiba mau nulis ini,tentang keragaman di indonesia yang katanya paling oke.
                                           Saya sendiri sering terjebak,saya lahir dan dibesarkan di NU,menurut saya ini paling benar,paling ISLAM NUSANTARA,paling menyukai keharmonisan,paling ga suka menyalahkan yang lain.
                                           Padahal jelas sekali disana,saat saya akan keluar pondok dan masuk salah satu universitas,banyak yang berkata,bahwa jangan sekali kali mengikuti LDK,itu liberal,jangan ikut HMI,itu Muhammadiyah yang tidak pakai Qunut,jangan ikut ini itu yang ga jelas,ikutlah PMII.
                                           Saya bulat,harus ikut PMII saat sudahh menjadi mahasiswa,ketika saya masuk Universitas,saya dikagetkan dengan adanya 2 PMII,kabupaten dan kota,yang menurut saya keduanya saling menjatuhkan(menurut saya) ,saat saya tanya perbedaannya,salah satu dari mereka ada yang menjawab,liat aja perbedaan itu dari orang  kota dan desa,dimana desa lebih menghargai budaya,dan anak kota tidak,tapi saya juga menemukan jawaban yang bijak,bahwa perbedaannya hanya tentang wilayah asal mereka.
                                           Kemudian tiba tiba saya berteman dengan anakk Syari,yang saya dulu anggap orang orang syari sangat sangat salah,Dia tertarik akan LDK dan bertanya pendapat saya,seperti yang saya tau,saya katakan,bahwa LDK itu sesat.dia tidak terima dan menunjukan pada saya salah satu kaka angkatan yang baik sekaliiiiii dan tentu masuk k LDK
.                                          Ouh ya,saya juga menganggap ustadz Felix siauw saat itu sesat,tapi kemudian saya diingatkan oleh kejadian teman syari ingin masuk LDk itu akhirnya  secara iseng saya lihat twit twit dan status d fb pakustadz felix siauw itu,saya tertegn saat membaca salah satu statusnya,yang intinya begini”dulu saat pak ustadz masuk belum masuk islam dia anggap islam adalah agama teeroris,saat dia masuk islam dan HTI,dia anggap MUHAMMADIYAH,NU,PERSIS itu juga sesat,tapi setelah mencoba mendekat dan mengobrol dengan asalah satu dari mereka,itu semua salah,ternyata dalil mereka juga shohih,ajaran mereka juga benar”ahh,hati saya menjerit,ternyata semua ajaran benar,tapi orang yang memeluknya salah.
                                           Tiba tiba saya ingin terbang di auditorium fakultas,dan mendengarkan perkataan profesor yang tengah mengajar”kita semua ibarat orang buta,yang sedng mendeskripsikan bentuk gajah sesuai dengan yang kita pegang,ada yang menganggap Gajah itu panjang dan lurus(memegang kakinya)ada yang menganggap kecil dan dapat melengkung(memegang belalainya),dan semua orang buta itu berkelahi,menganggap apa yang iapegang adalah yang paling benar,yang dapat melihat hanya bisa tertawa,karena yang berkelahi itu semuanya tidak ada yang benarm,juga tidak ada yang salah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar