Cirebon,8 januari 2016
Saya tiba tiba mau nulis ini,tentang keragaman di indonesia yang
katanya paling oke.
Saya
sendiri sering terjebak,saya lahir dan dibesarkan di NU,menurut saya ini paling
benar,paling ISLAM NUSANTARA,paling menyukai keharmonisan,paling ga suka
menyalahkan yang lain.
Padahal
jelas sekali disana,saat saya akan keluar pondok dan masuk salah satu
universitas,banyak yang berkata,bahwa jangan sekali kali mengikuti LDK,itu
liberal,jangan ikut HMI,itu Muhammadiyah yang tidak pakai Qunut,jangan ikut ini
itu yang ga jelas,ikutlah PMII.
Saya
bulat,harus ikut PMII saat sudahh menjadi mahasiswa,ketika saya masuk
Universitas,saya dikagetkan dengan adanya 2 PMII,kabupaten dan kota,yang
menurut saya keduanya saling menjatuhkan(menurut saya) ,saat saya tanya
perbedaannya,salah satu dari mereka ada yang menjawab,liat aja perbedaan itu
dari orang kota dan desa,dimana desa
lebih menghargai budaya,dan anak kota tidak,tapi saya juga menemukan jawaban
yang bijak,bahwa perbedaannya hanya tentang wilayah asal mereka.
Kemudian
tiba tiba saya berteman dengan anakk Syari,yang saya dulu anggap orang orang
syari sangat sangat salah,Dia tertarik akan LDK dan bertanya pendapat
saya,seperti yang saya tau,saya katakan,bahwa LDK itu sesat.dia tidak terima
dan menunjukan pada saya salah satu kaka angkatan yang baik sekaliiiiii dan
tentu masuk k LDK
. Ouh
ya,saya juga menganggap ustadz Felix siauw saat itu sesat,tapi kemudian saya
diingatkan oleh kejadian teman syari ingin masuk LDk itu akhirnya secara iseng saya lihat twit twit dan status d
fb pakustadz felix siauw itu,saya tertegn saat membaca salah satu
statusnya,yang intinya begini”dulu saat pak ustadz masuk belum masuk islam dia
anggap islam adalah agama teeroris,saat dia masuk islam dan HTI,dia anggap
MUHAMMADIYAH,NU,PERSIS itu juga sesat,tapi setelah mencoba mendekat dan
mengobrol dengan asalah satu dari mereka,itu semua salah,ternyata dalil mereka
juga shohih,ajaran mereka juga benar”ahh,hati saya menjerit,ternyata semua
ajaran benar,tapi orang yang memeluknya salah.
Tiba
tiba saya ingin terbang di auditorium fakultas,dan mendengarkan perkataan
profesor yang tengah mengajar”kita semua ibarat orang buta,yang sedng
mendeskripsikan bentuk gajah sesuai dengan yang kita pegang,ada yang menganggap
Gajah itu panjang dan lurus(memegang kakinya)ada yang menganggap kecil dan
dapat melengkung(memegang belalainya),dan semua orang buta itu
berkelahi,menganggap apa yang iapegang adalah yang paling benar,yang dapat
melihat hanya bisa tertawa,karena yang berkelahi itu semuanya tidak ada yang benarm,juga
tidak ada yang salah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar