Rabu, 22 Juni 2016

Tentang Gender



Tentang Gender,Patriarki,Dan Misoginis
Awalnya saya pun tidak tertarik dengan ini semua,saya kira perempuan modern saat ini pun sudah mendapatkan jatah yang wah di masyarakat,presiden pun pernah kok seorang perempuan.
Namun itu semua berbanding terbalik  saat saya mengikuti workshop di hari ibu tahun 2015,tentang peran ibu di masyarakat,saya pun menyadari banyak yang dianggap sebagai kodrat bagi seorang perempuan,padahal bukan.seperti memasak,mengasuh anak,menyuci dan hal-hal lain yang biasa diwajibkan pada lebel perempuan.
Itu semua ternyata salah,ternyata kodrat adalah sesuatu yang tak bisa diub ah oleh manusia,seperti mellahirkann dan lain-lain.bahkan Allah menjelaskan dalam surat al-baqarah bahwa menyusui pun bukan sebuah kodrat,bahwa mengasuh anak buukan hanya tugas seorang ibu,tapi tugas keduanya,(orang tua),bahkan ternyata tugas seorang ayah yang ternyata mencari nafkah adaalah termasuk didalamnya mencuci,memasak dan membereskan rumah,karena toh itu semua juga termasuk nafkah?
Namun saat ini,masyarakat kita banyak yang menyalah artikan itu semua,jika seoranng anak nakal,maka yang dipertanyakan hanya ibunya,bagaimanakah ibunya?jika dirumah tidak ada makanan,maka yang dipertanyakan juga ibunya,sedang apakah ibunya?bagaimana jika ternyata sang ibu juga bekerja?ya tetap,yang salah itu ibunya.pokoe wadon lah.
Sedihnya lagi, saat ini,perempuan tidak diperkenankan unuk mendapatkan  jabatan yang tinggi,ketika masih ada laki-laki disana,walaupun perempuan it mempunyai banyak bakat dan kemampuan diatas laki-laki,seperti contoh nyata dikampus saya,tidak diperkenankan seorang wanita menjadi dekan,apalagii rektor.perempuan yang sudah pantas diberi gelar profesor pun tidak mendapatkannya jika masih ada laki-laki yang pantas jua.sangat menyedihkan.
Inilah budaya kita,budaya Patriarki,mengedepankan laki-laki untuk segala sesuatu.karena baanyaknya misoginisyang menganggap wanita Cuma bekerja di sumur dapur dan kasur,maka mari perjuangkan gender,setidaknya,agar ketika ada anak yang nakal bukan hanya kesalahan ibu,juga setidaknya,ketika kita bekerja dann harus puulang malam memiliki keamanan bagai lelaki.
Jadi sebenarnya,apakah budaya tetap harus dijaga?jika budaya itu ternyata budayya  patriarki?

10 januari 2016,cirebon

Tidak ada komentar:

Posting Komentar